Cuplikan Chapter ini
Ma Mama ke manaNadira menutup teleponnya yang tak diangkat oleh Laksmi Ia menggigit ujung ponselnya Menahan kecewa karena Mamanya semakin sulit dihubungiNadira duduk memeluk lututnyaDi depannya ada dua lembar uang kertas dua puluh ribu rupiah lusuh yang dijejerkan Itu sisa uang terakhir Nadira untuk bertahan hidup di Jakarta entah sampai kapanSebentar lagi ujian praktik kedokteran dan Nadira sudah ditagih biayanya oleh pihak kampusSudah sebulan ini Mama tidak mengiriminya uang la