Cuplikan Chapter ini
Nadira masih menatap foto keluarganya di dinding itu Terlebih menatap lebih lama foto Ayahnya di sanaDi foto itu senyum Ayah merekah lebar Garis-garis halus di sudut matanya tak dapat disembunyikan Satu-dua keriput di keningnya tegas menjalar seperti retakan kecil pada permukaan tanah yang mengering Lingkaran hitam di bawah matanya seperti bayangan yang tak pernah hilang meski terlelap semalam suntuk Entah kenapa hati Nadira terasa sakit sekali melihat senyum Ayahnya di foto ituLalu