Cuplikan Chapter ini
Senja menggantung di langit seperti keputusan yang belum diambilCahaya oranye redup menetes pelan di antara awan kelabu menyentuh ujung jalan atap halte dan wajah kita yang sama-sama lelah menahan masa laluHujan sudah lama berhenti Tapi udara masih basah seperti hati yang belum sepenuhnya kering dari kenanganKita berdiri berhadapan Tidak lagi seasing tadi tapi juga belum sedekat dulu Jarak di antara kita bukan lagi karena gengsi melainkan karena hati-hatiAku sering bayangin ka