Cuplikan Chapter ini
Hujan benar-benar berhentiTapi tidak dengan yang ada di dadaLangit masih kelabu seperti menahan sesuatu yang belum tuntas jatuh ke bumi Kita masih berdiri di halte yang sama di antara jejak air kursi besi yang dingin dan kenangan yang terlalu lama disimpan tanpa pernah benar-benar diberi namaKamu pernah benci aku tanyamu tiba-tibaPertanyaan itu datang pelan tapi rasanya seperti pintu lama yang didobrak paksa dari dalamAku menatapmu Lama Mencari di wajahmu sisa-sisa seseorang y