Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Cerpen ini bercerita tentang dua orang mantan kekasih yang dipertemukan kembali secara tidak sengaja setelah lama berpisah. Pertemuan sederhana di sebuah halte saat hujan menjadi pintu masuk bagi kenangan, luka lama, dan perasaan yang ternyata belum sepenuhnya selesai.
Sepanjang cerita, keduanya perlahan membuka kembali alasan di balik perpisahan mereka dulu — bukan karena cinta hilang, tetapi karena sama-sama takut menjadi beban dan sama-sama memilih diam di saat yang seharusnya saling menahan. Kesalahpahaman, ketakutan, dan waktu membuat mereka berjalan di jalan hidup masing-masing.
Namun pertemuan itu bukan untuk kembali bersama, melainkan untuk menyembuhkan. Mereka menyadari bahwa kini masing-masing sudah memiliki kehidupan dan hati lain yang menunggu dengan setia. Dengan kedewasaan baru, mereka memilih saling merelakan, bukan dengan luka, tapi dengan rasa syukur karena pernah saling menjadi rumah.
Inti cerpen ini adalah tentang cinta yang tidak selalu harus dimiliki untuk menjadi bermakna. Kadang, bentuk cinta yang paling utuh adalah ketika dua orang bisa berpisah tanpa benci, saling memaafkan, dan membawa kenangan sebagai bagian indah dari proses menjadi pribadi yang lebih dewasa.