Cuplikan Chapter ini
Mobil bak itu berhenti di pinggir jalan dekat Pasar Parung Bau bawang kol dan cabai langsung menyambut mereka seperti salam resmi dari dunia nyata Lampu-lampu warung mulai dimatikan karena pagi itu mulai terangPutra turun lebih dulu Ucup menyusul tapi langkahnya goyah lututnya bergetarKelebihan harapan kekurangan kalori gumamnya sambil memegang perutMereka duduk di trotoar Lampu jalan kuning kusam dan suara klakson terdengar jauh mungkin dari angkot yang sedang berseteru den