Cuplikan Chapter ini
Selepas menghabiskan masing-masing sepiring nasi dan segelas kopi magrib pun tiba dengan cepat ditandai suara adzan yang berkumandangPutra membayar makanan dan kopi Cup shalat dulu ajaknya sambil melangkah ke arah masjid yang terlihat kubahnyaUcup mengikuti ia menatap punggung Putra mengusap mata yang basah Ternyata kisah kau lebih tragis ucapnya pelanLangkah mereka berdua pelan seperti ada yang mengganjal di kaki mereka berdua---Di waktu yang sama di sudut kota jakarta Mira