Cuplikan Chapter ini
OMARKucuran air dari kran kamar mandi menggema dalam ruang berdinding keramik seluas 2x2 meter persegi itu Omar menangkupkan air dengan kedua tangan mengguyur wajahnya yang masih menyisakan kantuk Airnya segar meski tak dapat menghilangkan rasa menusuk di pelipisOmar menatap lurus menatap balik pantulan dirinya di cermin Wajahnya pucat seperti mayat dengan kantung mata keunguan Pipinya cekung dengan rambut-rambut tipis mengisi dagu Ia menarik selembar tisu dari wadah yang tertempel