Toples/Botol Kaca di Leher: Sebuah metafora psikologis yang dirasakan Lana untuk menggambarkan kondisi Selective Mutism—hambatan kecemasan yang membuat seseorang tidak mampu berbicara dalam situasi sosial tertentu meskipun memiliki kemampuan fisik untuk bicara.
Kelereng Kata: Personifikasi dari kosakata atau kalimat yang dipikirkan Lana; menggambarkan betapa padat dan "beratnya" pikiran yang tidak tersampaikan.
Sinestesia: Kondisi yang dialami Lana di mana indra-indranya saling terhubung secara tidak biasa, seperti "melihat" suara sebagai warna atau "merasakan" aroma sebagai tekstur visual.
Pita Merah: Simbol memori dan satu-satunya "jangkar" emosional Lana terhadap sosok Ayah yang sudah tidak ada.
Kode Dua Ketuk: Bentuk komunikasi non-verbal (bahasa isyarat sederhana) yang dikembangkan sendiri oleh Lana dan Ibunya untuk bertahan hidup dalam keseharian tanpa suara.