Cuplikan Chapter ini
BAB 22ALLEA QUEENSHA XHAVIERRA RLangit sore itu berwarna jingga yang memudar seolah ikut meredup bersama keputusanku yang baru saja tuntas Rezki masih terduduk diam di sudut ruang punggungnya bergetar samar Sisa isak tangis yang ia coba redam sejak kami menyetujui kesepakatan itu dengan Fitria dan Surya Aku melangkah mendekati meja kayu tua tempat buku catatan kecilku bersandar Di sinilah di tengah keheningan yang menyiksa aku harus mencari nama untuk malaikat kecil yang bahkan