Cuplikan Chapter ini
Tina menatap layar ponselnya lama nama Ibu masih berkedip di sana jam sebelas malam yang terasa aneh untuk sebuah panggilan Setelah beberapa detik yang terasa panjang ia akhirnya menekan tombol jawab lebih karena rasa waswas kalau-kalau ada sesuatu yang darurat daripada karena ia benar-benar siap berbicaraTernyata bukan hal darurat Hanya Ibu yang lupa jam ingin bertanya soal jadwal pulang Lebaran yang masih beberapa bulan lagi dengan nada yang datar seperti biasa tanpa menyinggun