Cuplikan Chapter ini
BAB 32Pacar yang Tidak Pandai MenungguElian datang pukul delapan lewat empat puluh tujuhTiga belas menit lebih awalAmara melihatnya melalui lubang pintu dan sengaja tidak langsung membukaIa menunggu sampai pukul delapan lewat lima puluhElian menekan bel satu kaliAmara tetap diamPukul delapan lewat lima puluh tiga ponselnya bergetarSAYA DI DEPAN TIDAK PERLU BURU-BURUAmara membaca pesan itu lalu mengintip lagiElian berdiri dengan dua gelas kopi dan satu kantong roti Ia tidak mondar