Cuplikan Chapter ini
Yeri memicingkan mata ketika melihat putranya sedang berbicara dengan seorang pria tua di sudut taman Naluri waspadanya segera bekerja Tanpa membuang waktu ia mempercepat langkah bersiap memanggil petugas keamananNamun semakin dekat jarak di antara mereka semakin jelas wajah pria itu Langkah Yeri terhenti sepersekian detikEkspresinya berubah drastisWajah yang sangat iya kenal Wajah yang membuatnya sempat berharap untuk bergabung bersama sama dengan nya dan sang ibu saat ituWajah yan