Cuplikan Chapter ini
Beberapa hari kemudian Iko duduk berhadapan dengan ibunya di ruang tamu rumah mereka Memar tipis masih terlihat di bawah matanyaIbunya duduk tegak di kursi rotan Rambut di sekitar pelipisnya semakin banyak yang memutih Tidak ada orang lain saat itu Hanya kucing putih yang sesekali mengeongAku hargai maksud baik Ibu kata Iko pelanIbunya meletakkan sendoknya di cangkir tehKalau Ibu memang mau aku bahagia lanjut Iko aku bahagia kalau aku nikah sama SarahIbunya tidak lang