Cuplikan Chapter ini
Mereka berada di ruang keluarga tanpa banyak bicaraIko dan Sarah duduk di sofa panjang Sarah masih terisak pelan Farhan berdiri di dekat mejatidak duduk sejak turun dari lantai dua Rahangnya mengeras Pandangannya sesekali beralih ke arah Bayu yang berdiri di dekat jendela besar Di luar hujan menghantam kaca tanpa henti Kilat menyambar halaman vila Dalam kilatan itu terlihat batang pohon besar tumbang melintang di jalan masukJalannya ketutup gumam Bayu sambil menatap keluar