Cuplikan Chapter ini
RayDisinilah aku terduduk di depan teras rumah simbah di atas papan dipan tua yang terbuat dari potongan bambu petung yang banyak tumbuh di belakang rumah Ditemani secangkir kopi tubruk hangatyang kental makin mensyahdukan malam ini Tak lupa sebatang rokok yang rasanya masih sulit untuk kutanggalkanApa Kenapa aku jadi sok puitis begini Tentu saja karena aku sedang terbawa suasana Kali ini aku tidak ingin menceritakan kisah-kisah kelakuan konyol manusia seperti biasanya Sekali-kal