Cuplikan Chapter ini
ReDi suatu sore tatkala sinar mentari senja mulai membias jingga Popo si cacing tanah bergegas naik ke permukaan tanah untuk melihat matahari tenggelam yang sangat ia suka Di seberang sana di bawah pohon lagi-lagi Popomelihat lelaki tua dengan pakaian yang lusuh itu masih diam mematungIni sudah hari kelimabatin PopoSiapakah diaDengan rasa penasaran dan agak takut Popo bergerak pelahan menghampiri silelakituaAnu permisi ujar Popo Tak ada tanggapanApakah dia matiBa