Cuplikan Chapter ini
Entah sudah berapa lama aku tersadar saat suara motor Mas Jonas mendekat Dan benar saja tak lama pintu diketuk Tetapi kali ini perasaanku tak bisa kuredam seperti biasaAku membuka pintu dengan wajah masamku tanpa bicara apa pun Aku membuatkan kopi lalu duduk di atas kasur yang dibentangkan Mas Jonas di ruang depan Ia pindah tidur di ruang depan karena Ali suka rewel katanya kalau ia di depan mungkin Ali tak rewel lagiWajahku menampakkan kemarahanBayangan itu belum mau pergi dan mal