Cuplikan Chapter ini
Pada hari ketujuh rumah Talika kembali penuhSejak pagi kursi plastik sudah disusun di ruang tamu dan teras Karpet digelar Gelas-gelas dicuci Makanan datang dari berbagai arah tanpa pernah benar-benar diketahui siapa yang membawanyaBu Mardiani mengambil alih dapurTalika tidak diizinkan menyentuh panciKamu duduk saja katanyaSaya bisa membantuKamu kalau membantu malah menghitung jumlah sendokSupaya tidak kurangKalau kurang orang bisa pakai tanganTalika menatapnyaBu Mar