Cuplikan Chapter ini
Bus itu akhirnya benar-benar berhenti Deru mesin perlahan mereda berganti dengan hiruk-pikuk terminal yang seolah tak pernah tidur Terminal Ubungtempat yang dulu terasa begitu akrab kini justru asing di mata ShalihaIa turun dengan langkah pelan menggenggam tangan anak-anaknya lebih erat dari biasanya Udara Bali menyambutnyahangat lembap dan membawa aroma laut yang samar Di kejauhan jika terus ke selatan terbentang Pantai Kutapantai yang namanya selalu disebut orang-orang dengan