Cuplikan Chapter ini
Keesokan paginya suasana sekolah masih terasa panas dengan gosip tentang hubungan kami Aku berjalan menyusuri koridor dengan kepala sedikit tertunduk masih belum terbiasa dengan tatapan orang-orang yang kini mengenaliku sebagai pacar Tegar Pagi ini Tegar bilang nggak bisa jemput karna ada urusan Namun langkahku terhenti tepat di depan loker nomor 42 milikkuAda sesuatu yang berbeda Sebuah kotak sepatu berukuran cukup besar dengan logo brand ternama diletakkan di sana dihiasi pita sat