Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
"Sejak Tegar datang, duniaku yang semula abu-abu mendadak penuh warna. Tapi, apakah warna itu sungguh nyata, atau hanya bayangan yang mengurungku?"
Adelia selalu merasa dirinya hanyalah figuran di SMA Cempaka Putih. Ia merasa aman menjadi gadis "transparan" yang menghabiskan waktu di pojok perpustakaan bersama buku sketsanya. Baginya, diperhatikan adalah hal terakhir yang ia harapkan. Sampai Tegar, sang kapten basket yang karismatik, datang mendekatinya menaruh sebotol susu cokelat di mejanya.
Hanya dalam semalam, hidup Adelia berubah drastis. Tegar membanjirinya dengan perhatian yang selama ini ia idamkan. Pujian manis, hadiah tak terduga, dan pesan yang tak pernah berhenti masuk ke ponselnya membuat Adelia merasa menjadi gadis paling beruntung di dunia. Tegar seolah menjadi pelindung, rumah, dan dunianya.
Namun, perlahan-lahan, perhatian itu mulai terasa menyesakkan.
Kenapa Tegar tidak suka ia bicara dengan sahabatnya sendiri? Kenapa setiap keterlambatan membalas pesan berakhir dengan drama yang melelahkan? Dan kenapa Adelia merasa dirinya perlahan menghilang, digantikan oleh sosok yang hanya hidup demi menyenangkan hati Tegar?
Di balik senyum sempurna Tegar, ada jeratan halus yang siap mengunci. Saat cinta mulai terasa seperti penjara, sanggupkah Adelia menemukan kembali warnanya yang hilang, atau ia akan selamanya terjebak dalam ilusi "manis di awal" yang mematikan?