Cuplikan Chapter ini
Pukul sebelas siang aku terbangun kesaradanku belum sepenuhnya menyatu pandanganku yang masih buyar menatap seorang dihadapanku sedang duduk persis di sebelahku saat aku tertidur Dengan mata yang berkedip berkali-kali mencoba membuka lebar hingga tak mau kehilangan konsentrasi Kubangunkan tubuhku sambil meraih sesuatu agar aku dapat bersandar pada kepala ranjang seperti bangkit sehabis tergilas roda truk ternyata setelah ruhku kembali kedalam tubuh seseorang perempuan memandangku denga