Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
London Fog adalah kisah tentang perempuan bernama Liza Agape yang berjalan terlalu jauh dari rumah dan terlalu dekat untuk memulai kembali, demi hanya berkuliah di Inggris dan menunaikan tuntutan orangtua nya untuk mencapai gelar sarjana internasional. Di bawah langit London yang dingin dan hujan yang turun tanpa kompromi, Liza menjalani hari-harinya sebagai pengamat sunyi, menyusuri jembatan, lorong, perpustakaan, dan penginapan sementara, sambil memikul kegelisahan dan kerinduan pada rumahnya. Pertemuan-pertemuan kecil dengan orang asing, percakapan singkat yang tampak sepele, hingga suara ibu di ujung telepon. Menjadi fragmen-fragmen yang perlahan membentuk kesadaran baru, bahwa hidup sering kali tidak menuntut jawaban, hanya keberanian untuk bertahan di dalam ketidakpastian. London hadir bukan sebagai kota yang ramah, justru sebagai cermin raksasa yang memantulkan kesepian, keterasingan, dan kelelahan batin. Dalam perjalanan yang tampak sederhana, mencari makan malam, tempat bermalam, atau sekadar berjalan agar tidak tenggelam oleh pikirannya sendiri, ia justru berhadapan dengan pertanyaan paling mendasar: Apakah manusia benar-benar bisa melarikan diri dari luka yang ia bawa, atau hanya menundanya di kota lain dengan bahasa yang berbeda? Seperti kabut yang turun perlahan di atas sungai Thames, London Fog adalah cerita tentang kesendirian modern, tentang bertahan tanpa peta, dan tentang seni menghilang secara perlahan, tanpa pernah benar-benar lenyap, hadir diam-diam, dan keberanian mendengarkan suara hati sendiri.