Cuplikan Chapter ini
Setelah jamaah subuh bubar Rama berjalan sendirian berkeliling sekitar rumah singgah Matanya menemukan satu titik yang menarik taman kecil di balik kamar yang ia tempatiKursi taman sederhana masih lembab oleh embun pagi tapi Rama tak peduli Ia duduk menikmati perubahan warna langit dari gelap hingga menjadi keemasan Tanpa memikirkan apapun Hanya berupaya menikmati semua momen di depannyaBiasa ngopi sapa seseorang Di tangannya ada dua cangkir kopi yang baunya