Cuplikan Chapter ini
Dalam keadaan kedua tangan terikat di belakang Ki Dadap dipapah dan didorong ke balik semak belukar itu Hujan masih turun menyisakan rintik-rintik yang dingin menusuk kulit Empat orang lelaki mengelilinginya di antara nisan-nisan tua yang bisu Yang pertama berkumis melintang berbadan tinggi besar yang bukan lain adalah Demang Wiryoboga Di sebelah kanannya berdiri Jagabaya Lampitan yang mata picaknya berkilat tertimpa cahaya kilat sesekali Dua orang lainnya adalah anak buah Lampitan yang