Cuplikan Chapter ini
Hujan kemudian turun deras sekali seolah langit ikut menumpahkan duka yang menyesakkan dada Gading masih tertegak tak mampu melangkah kakinya terasa berat tertanam di tanah yang mulai becek Dia tak tahu hendak pergi ke mana Kalau pulang dalam keadaan babak belur seperti itudengan mata bengkak dan wajah penuh lukapasti akan ditanyai pamannya dan lebih parah lagi dia akan kena hajaran pula Tapi kalau tidak pulang lantas dia mau pergi kemana Menyusul Sukmo Aji di Pajang Tentu itu sanga