Cuplikan Chapter ini
Aroma segar kayu pinus dari dinding rumah barunya menyambut pagi pertama Lin Yi di lereng gunung utaraAngin pagi berembus lembut membawa sejuknya udara pegunungan yang berpadu dengan asinnya sapaan samudra lepasLin Yi berdiri di halaman belakang dengan secangkir teh fana hangat di tangan memandangi pancaran air murni yang keluar dari celah tebing batu purba yang ia buka kemarinAir itu jernih berkilau seperti kristal di bawah sinar matahari pagi yang keemasanTidak lama setelah matahari