Cuplikan Chapter ini
Keesokan paginya aku berangkat menuju Pulau Awan TimurKabut tipis masih menggantung di atas pelabuhan Kota Shanghaian saat kapal layar yang kusewa perlahan meninggalkan dermagaLaut pagi terlihat tenangOmbak kecil memantulkan cahaya matahari yang baru muncul di ufuk timurBeberapa burung laut terbang rendah di atas permukaan udara sambil sesekali menyambar ikan kecilAngin laut terasa dinginNamun tidak menggangguAku berdiri di bagian depan kapal sambil memandang lautan luas tanpa bicara