Cuplikan Chapter ini
Kabut turun rendah di antara pepohonan Wana TirtaIa tidak menggantung seperti awan melainkan mengalir perlahan di sela batang-batang tua melewati pagar batu atap kayu dan saluran air sempit yang membelah halaman padepokan Dari kejauhan terdengar bunyi alu menumbuk padi disusul ketukan palu dari bengkel dan suara murid-murid menyebutkan ukuran serta takaran dengan lantangLucian terbangun sebelum lonceng pagi berbunyiTubuhnya masih mengingat perjalanan panjang getaran roda di jalan be