Cuplikan Chapter ini
Bunyi alarm bernada tinggi dari mesin monitor di dalam kamar langsung memutus bisikan Gilang mengubah atmosfer koridor menjadi ketegangan medis dalam hitungan detik Gilang bergerak secepat kilat mendorong pintu kayu ek kamar VIP nomor empat dengan satu sentakan kuat diikuti oleh Lusi dan seorang suster jaga yang berlari membawa nampan darurat Di atas ranjang Raditya sudah terduduk sambil memegangi perut bagian atasnya wajahnya yang tadi ceria kini memucat dengan keringat dingin yang me