Cuplikan Chapter ini
Malam itu setelah pulang dari kedai currywurst Ben duduk di tepi ranjang dengan sebuah buku jurnal terbuka di pangkuannya Pena di tangannya sudah siap tapi pikirannya belum benar-benar menemukan bentuk Ia tahu persis apa yang ingin ia katakan Perasaannya jelas bahkan mungkin terlalu jelas Tapi setiap kali ia mencoba menuangkannya ke dalam kata-kata semuanya terasa berantakan seperti sesuatu yang terus lolos dari genggaman Di dalam dirinya ada semacam kegelisahan Ia membayangkanny