Cuplikan Chapter ini
Suara gemericik sungai di hadapanku membuat hatiku perlahan tenang Terlalu banyak hal aneh terjadi akhir-akhir ini Rasanya otakku seperti lembaran partitur kosong yang belum bisa kuisi Kosong tapi berdetakIni tempat favoritmu yaSuara itu serak dan hangatseperti hujan di pagi hari yang belum selesai Aku menoleh Arthur berdiri di seberang sungai kecil itu tepat di tempat kami pertama kali bertemu Dengan senyum khasnya Tenang Lembut MenggangguAku hanya mengangguk Tak bersu