Cuplikan Chapter ini
Aku terus berlari menyusuri koridor melewati halaman kastil asrama Tanpa sadar menuju sungai kecil di dekat pepohonan di belakang kastil institutTersengal-sengal Aku berhenti Lalu duduk di sebuah batu besar Ini tempat favoritku Ini tempat persembunyianku Tidak akan ada yang melihatku kanHhaaaaah Ibu Aku mulai menumpahkan tangisanku merengek seperti anak kecil yang kehilangan ibunya Emosiku tidak terkontrol Aku membenamkan kedua wajahku di atas lutut Terduduk di pinggi