Cuplikan Chapter ini
Enam bulan setelah hari kemenangan yang tidak elegan itu Wisma Bahagia masih berdiri dengan cat kuningnya yangberkat sumbangan kolektif dari seluruh penghuni plus sedikit dorongan dari Bu Endang yang akhirnya memutuskan untuk mengecat ulang sebagai perayaan permanensekarang terlihat lebih cerah dari sebelumnya meski Bang Robi tetap protes karena warnanya kurang dramatis harusnya kuning emas biar lebih kerasa kemenangannyaPak Hendra sesuai janjinya akhirnya mengajukan pinjaman bank den