Cuplikan Chapter ini
Aku dan Bima sepakat mengunjungi toko buku kesayanganku Namanya Simpang Kata sesuai dengan letaknya di yang berada di persimpangan jalan Tempatnya tak begitu ramai bahkan bisa dibilang hanya ada beberapa orang yang tahu Tapi tak bisa juga disebut sepi hanya saja tak terlalu padat pengunjungnyaSetelah selesai bekerja pada pukul lima sore kami bergegas kesana Aku setuju untuk duduk di jok belakang vespa putih milik Bima Motorku sengaja kutinggalkan di parkiran kantor Hal itu karen