Cuplikan Chapter ini
Pria bertubuh besar dengan pakaian berwarna abu-abu dan memegang tongkat berbentuk ular pada bagian atas itu terkekeh melihat ekspresi Ariana dan juga HaniKenapa kalian sekaget itu Memang benar kalian adalah anak anak emasku yang akan ditakdirkan menjadi bagian penting dari misi penyelamatan di bumiMereka berdua tersenyum canggung seolah ada perasaan malu karena kebingungan mereka tertebak dengan mudah oleh Tuan ArkanaSilahkan duduk anak anakku ucap pria itu menunjuk sebuah kursi panjan