Cuplikan Chapter ini
Aku berlari menyusuri koridor sekolah yang sepi Dinding-dindingnya terasa menjulang tinggi seakan-akan menutup jalan keluar Langkah kakiku terdengar menggema semakin cepat namun terasa berat Aku memegang buku dan catatan di kedua tanganku tetapi lembar-lembar kertas itu berterbanganAku semakin panik Semoga nggak terlambat jangan terlambat jangan terlambatTiba-tiba koridor berbelok tajam dan aku akhirnya berdiri di depan pintu ruang ujian Pintu itu tertutup rapat Aku membu