Cuplikan Chapter ini
Tengah malam sudah dekat kehadirannya menimbulkan bayangan panjang di atas meja yang berantakan saat aku duduk membungkuk jari-jari mengetuk di atas keyboard tanpa henti Lampu meja menyala lembut menyinari tumpukan kertas dan laptop yang terbuka Di luar jendela di hadapanku langit malam cerah dengan bulan purnama yang bersinar terangDesahan keluar dari bibirku uap dari cangkir berputar-putar di sekitarku seperti pelukan yang menenangkan saat aku menikmati hangatnya secangkir teh Saa