Cuplikan Chapter ini
Iqbal tergeragap bangun dari tidur lelapnya Emaaaak mulutnya berteriak parau Dadanya tersengal-sengal Keringat dingin keluar dari dahinya Sinar matanya kaget tak percaya Tapi saat melihat lebih jelas sekeliling air mukanya perlahan tenang normal kembali Jantungnya berdegup lebih tenangHanya mimpi batinnya penuh syukurIqbal bangkit perlahan lalu menyalakan lampu kamar Dia mengambil segelas air dan meneguknya perlahan Dari cahaya yang redup jam menunjuk pukul 3 dini hari Na