Cuplikan Chapter ini
BAB 15SEBELAS WAJAH YANG TAK PERNAH TETAPCap tangan itu terasa sehangat telapak manusiaBukan hangat karena sinar matahari atau tembok yang menyimpan udara siang Kehangatannya berdenyut pelan di bawah tanganku mengikuti irama yang hampir menyerupai nadiAku mencoba menarik tangan tetapi jemariku seperti melekat pada jelagaAdinda lepaskan kata Bu RatihAku enggak bisaAzka memegang pergelangan tanganku Begitu ia menarik seluruh cap di dinding menghitam bersamaanSebelas telapak tan