Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Di SMA Puspa Bangsa, ada satu aturan yang tidak boleh dilanggar: jangan menjawab suara kedua yang memanggil namamu setelah magrib.
Adinda Larasati baru saja pindah ketika pengeras suara sekolah yang sudah bertahun-tahun rusak tiba-tiba menyala. Absen dibacakan. Nama Siska disebut dua kali. Siska menjawab sekali.
Lalu suara lain menjawab dari bangku yang tidak boleh dihitung.
Keesokan harinya, Siska seolah tidak pernah ada. Rumahnya berubah, foto-fotonya menyisakan ruang kosong, dan semua orang lupa bahwa ia pernah hidup. Hanya Adinda yang masih mengingatnya.
Pencarian itu membawa Adinda pada jejak Aulia, kakaknya yang telah dihapus dua tahun sebelumnya, serta rahasia sebelas anak yang pernah mengikuti kelas malam ilegal pada 1987.
Semakin Adinda berusaha mengingat mereka, semakin dunia melupakan dirinya.
Untuk menghentikan semuanya, Adinda harus menemukan kebenaran di balik daftar hadir yang terus berubah dan membacakan bukan hanya nama para korban, tetapi juga kehidupan mereka.
Sebelum namanya sendiri menjadi nama berikutnya yang dihapus.