Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Hananto Damardanarto
damardanarto
224 Pengikut
Mengikuti
Erik Armayuda
armayuda
bentengterakhir
bentengterakhir
K. Istiana
p3ribhumi
Rosa L.
penarosa
Tengku Dimas Permana
tengqu
ALDEVOUT
aldevout
Sansa Leia
sansaleia
tisa
tisa16
Khodadad Azizi
azeasy
DN Pertiwi
dnpertiwi
Susanmeriana
susanmeriana
Awan ElBiru
awanelbiru23
Vincentia Ayu Pitaloka
taybless
Hidayanthi Alifa
alifanar
collision
inlifegolife
achamrsha
strwberrycutie
Via Novia Sofiana
vnsofiana
Alfin Karimah
akaalfin
Sidikmuji Praptono
sidipapap
Alfia Ramadan
alfhrmd
Mawar Derana, Arum Lara
Anisha Dayu
Pembacaan sekali duduk. Terbaik.
Peperangan dan Ambisi : Buku 1. Di Bawah Bendera Matahari
Sicksix
Banyak pertanyaan selama pembacaan yang terjawab bulat-bulat di akhir cerita. Mengesankan.
Bersamalah dengannya, dan menjadi sepasang arti
Nina Karlina
Selain EYD dan PUEBI yang perlu sedikit diperhatikan, karya ini seperti jurnal yang bercerita dengan terang benderang. Bahasanya lincah, kadang ada luapan emosi. Kadang muncul juga kejutan dari kesahajaan cerita remaja yang beranjak dewasa. Satu lagi, ditunggu karya selanjutnya.
RANGGA WARSITA (SULUK SUNGSANG BAWANA BALIK)
Sri Wintala Achmad
Penulis kawakan seperti Mas Wintala Achmad (yang sepak terjangnya saya pikir paling berpengalaman dari semua jajaran penulis di sini) menulis biografi seniman luhur Ronggo Warsito. Menggelitik, meski, yang saya baca sepertinya banyak yang belum dikeluarkan. Atau mungkin, versi cetak nanti akan lebih tebal dan mendalam? Kalau begitu kami tunggu. Pasti luar biasa.
Sejati
Deden Darmawan
Memoarnya saya baca setelah mendengar desas-desus japri pada beberapa orang. Dia adalah penulis yang mau membaca karya orang lain, dan tidak pelit menghabiskan waktu untuk mengapresiasi karya orang lain. Saya menelusuri beberapa novel di sini yang dia muncul berkomentar samai di bab akhir beberapa novel, dan juga komentar di sebuah novel yang tampak jelas, dia mau membaca karya orang lain tanpa pandang bulu. Hasilnya tampak jelas dari pencapaiannya dari proses belajarnya. Kepengrajinan bahasanya terlatih, dan dia menuai apa yang kata orang menanam jati kaya kemudian hari. Kalau penulis lain menyibukkan diri mempromosikan karyanya tanpa pernah mau mencolek karya orang lain, bahkan banyak yang gengsi meninggalkan jejak untuk sebintang like. Tapi dia mencitrakan dirinya sebagai pembelajar yang seakan-akan rugi waktu menghabiskan waktu untuk membaca karya orang lain, tapi hasilnya kita bisa lihat sendiri sekarang. Soal memoar ini saya tidak perlu bahas lagi.
Saya terkesan. Ini komedi yang tidak biasa yang ditulis dengan teknik yang juga tidak biasa.