Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Terkutuk
0
Suka
8,475
Dibaca

Seorang kolektor barang antik bernama Rendra menghela napas panjang, debu-debu yang melayang di udara menusuk hidungnya. Sudah berjam-jam dia menjelajahi toko barang loak yang kumuh ini, namun belum ada satu pun benda yang menarik perhatiannya. Toko yang terletak di sebuah gang sempit, jauh dari keramaian kota, ini dikenal dengan sebutan "Harta Karun Tersembunyi". Banyak kolektor lain yang sudah menyerah mencari di sini, tapi Rendra, dengan keuletannya, tetap optimis.

Mata Rendra menyapu setiap sudut ruangan, tumpukan buku tua, patung-patung yang patah, dan perabotan yang usang. Lalu, matanya terpaku pada sebuah tumpukan di sudut gelap, di bawah rak yang hampir roboh. Di sana, tertutup lapisan debu tebal, tergeletak sebuah kotak musik.

Rendra berjalan mendekat, langkahnya hati-hati. Kotak musik itu terlihat usang dan rusak, engselnya karatan, dan permukaannya tergores di sana-sini. Namun, ukiran di atasnya membuat Rendra terpana. Sebuah ukiran rumit yang menggambarkan sosok perempuan menari di antara pepohonan, dikelilingi oleh burung-burung kecil. Ukirannya sangat halus dan detail, menunjukkan keahlian luar biasa dari pembuatnya. Rendra merasa ada sesuatu yang istimewa dari kotak musik ini.

Pemilik toko, seorang kakek tua yang misterius, muncul dari balik tumpukan barang. Matanya yang cekung memandang Rendra dengan tatapan kosong. "Kotak musik itu," katanya dengan suara serak, "jangan pernah kau putar engkolnya." Rendra mengerutkan kening, tidak mengerti maksud kakek itu. Dia mengira itu hanyalah takhayul belaka. Rendra mengambil kotak musik itu, menawarnya, dan membayarnya. Kakek itu hanya mengangguk pelan, tanpa senyum, seolah-olah dia tahu apa yang akan terjadi.

Rendra membawa pulang kotak musik itu ke apartemennya yang minimalis. Di malam hari, setelah membersihkan kotak musik itu, Rendra kembali terpukau dengan keindahan ukirannya. Rasa penasarannya memuncak. Dia mengabaikan peringatan kakek tua itu dan memutar engkolnya. Alunan melodi yang indah namun sendu mengalun, mengisi seluruh ruangan. Melodi itu terasa akrab, seolah-olah dia pernah mendengarnya sebelumnya. Ketika melodi itu berakhir, Rendra merasa ada sesuatu yang tidak beres. Dia mulai dihantui oleh bayangan-bayangan aneh dan bisikan-bisikan yang tak jelas asalnya.

Bisikan-bisikan itu terd...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Terkutuk
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Email Maut
Christian Shonda Benyamin
Flash
Bronze
Malam Jumat
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Tabiat
Nisa
Cerpen
Bronze
Cermin Tua di Loteng
ryannnn
Komik
BUDI
Muucing
Cerpen
Bronze
STALL NOMOR TUJUH
glowedy
Novel
Bronze
Balian
Bksai
Cerpen
Mereka Ingin Aku Percaya
Riana Dewi
Flash
Bronze
Pemakaman Jhon Mortonson karya Ambrosr Bierce penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
PERJAMUAN SUNYI
Kagura Lian
Novel
Bronze
ZOMBI DAN MEREKA YANG TAK BISA MATI 2 BANGKITNYA DIA PADA SENJA
Meliana
Cerpen
Bronze
Radio Tua
Christian Shonda Benyamin
Skrip Film
DUYUNG
Herman Siem
Cerpen
Bronze
Api dari Kuburan Sebelah
jimmy charter hutabarat
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Email Maut
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Terkutuk
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Radio Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pintu Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Dinding Tertawa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Putih
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Di Balik Kaca
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pudar
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Raina
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
#fyp Terakhir
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Lonceng Berdentang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Losmen Berdarah
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Panggilan Dari Bawah Tanah
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Arga
Christian Shonda Benyamin