Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Membunuh Benci
0
Suka
13,992
Dibaca

Guru itu terus saja mengoceh tentang entah apa, saya tidak tahu, tapi yang jelas telinga saya sakit dibuatnya, entah kenapa saya dendam dengan guru itu. Saya sudah tidak kuat lagi. Diam–diam saya menyusun rencana di otak saya.

Guru itu berjalan sendirian. Sekolah sudah lama bubar. Memang sudah sangat larut, tapi bukankah pembunuh biasanya menunggu sampai larut?

Guru itu masih berjalan membawa tas kerja menuju mobil bututnya. Dia mencari-cari kunci mobil. Dibalik kacamata tebalnya ia masih tetap mengernyit mencari kunci...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Membunuh Benci
Aneidda
Novel
Duit Tumbal
Indah lestari
Cerpen
Bronze
Nyawa Kesembilan
Glorizna Riza
Flash
Bronze
Gadis Kabut
dian wahyuni
Cerpen
Bronze
Hantu Tanpa Kepala dan Kekasihnya
Wafa Nabila
Cerpen
Bronze
Pewaris Rumah Kakek Setelah Di Buang
Nabilla Shafira
Skrip Film
HIDUP DENGAN MAYAT
Herman Siem
Novel
Gold
Misteri Sanggar Cinta
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Supranatural Experience 1998
mutaya saroh
Novel
Bronze
(Misteri) Bunga Lily
Nia Purwasih Sanggalangi
Cerpen
Bronze
Prank Kesurupan
dian wahyuni
Novel
The Last Karta
Samuel Fetz
Skrip Film
Pulang
Paulus Agus Kun Karyadi
Cerpen
Cosplay Jadi Guling
Amelia Purnomo
Novel
Hantu Kelapa Sawit
Kenon BB
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Membunuh Benci
Aneidda
Novel
Bronze
Sepasang Mata Bola (Bukan Lagu Walo Banyak Nyanyinya)
Aneidda
Cerpen
Bronze
Malam-Malam Wadam
Aneidda
Flash
Coklat yang Meleleh
Aneidda
Flash
Retori Ironi Cinta
Aneidda
Cerpen
Titik dan Koma
Aneidda
Flash
Mengapa Aku Sering Tak Di Sini
Aneidda
Skrip Film
Jalan ke Awal
Aneidda
Flash
Sedihnya Bahagia
Aneidda
Skrip Film
Malam Mencari Pagi
Aneidda
Cerpen
Bronze
Hawa: Homoseksual sapien
Aneidda
Cerpen
Bronze
Pelangi Satu Menit
Aneidda
Flash
Kerinduan
Aneidda
Cerpen
Jakarta, Baru-Baru Ini
Aneidda
Cerpen
Jatuh
Aneidda