Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Membunuh Benci
0
Suka
16,100
Dibaca

Guru itu terus saja mengoceh tentang entah apa, saya tidak tahu, tapi yang jelas telinga saya sakit dibuatnya, entah kenapa saya dendam dengan guru itu. Saya sudah tidak kuat lagi. Diam–diam saya menyusun rencana di otak saya.

Guru itu berjalan sendirian. Sekolah sudah lama bubar. Memang sudah sangat larut, tapi bukankah pembunuh biasanya menunggu sampai larut?

Guru itu masih berjalan membawa tas kerja menuju mobil bututnya. Dia mencari-cari kunci mobil. Dibalik kacamata tebalnya ia masih tetap mengernyit mencari kunci...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Membunuh Benci
Aneidda
Novel
Bronze
Reuni di Pulau Sembah
Langit Berawan
Novel
Bronze
Lift Maut Malam Sabtu
Rana Kurniawan
Novel
SITINGGIL 2 : CINCIN MERAH DELIMA
Heru Patria
Cerpen
Kendhat
Allamanda Cathartica
Novel
Akar di Kepala Ibu
Jasma Ryadi
Flash
Kutitipkan Gergaji Ini
Zi Chaniago
Cerpen
Bronze
Firasat Mimpi
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Pak Suryo
Christian Shonda Benyamin
Flash
Bronze
Bukan Bapak
Tini Ubadipura
Novel
Bronze
Tumbal Majikan
Diani Anggarawati
Cerpen
Bronze
Putih
Christian Shonda Benyamin
Flash
Wanita Berbaju Putih
Gravyyy
Flash
KISAH HOROR PENDI
Sarjana MIPA
Flash
Bronze
Haunted
Lucia Triwulan Yuniestri
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Membunuh Benci
Aneidda
Cerpen
Bronze
Cinta Pertama dan Terakhir
Aneidda
Cerpen
Jatuh
Aneidda
Flash
Retori Ironi Cinta
Aneidda
Flash
Cafe
Aneidda
Cerpen
Bronze
Saya Adalah
Aneidda
Flash
Dinda Mimpi
Aneidda
Cerpen
Bronze
Malam-Malam Wadam
Aneidda
Flash
Kerinduan
Aneidda
Novel
Bronze
Sepasang Mata Bola (Bukan Lagu Walo Banyak Nyanyinya)
Aneidda
Flash
Awan
Aneidda
Cerpen
Bronze
Perjanjian Bersama Sehari Malam
Aneidda
Flash
Sedihnya Bahagia
Aneidda
Flash
Asap Rokok, Kopi dan Pisang Goreng
Aneidda
Cerpen
Bronze
Pelangi Satu Menit
Aneidda