Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Hawa: Homoseksual sapien
0
Suka
22,216
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Hawa. Sebenarnya namanya indah, diambil dari (konon) nama perempuan pertama yang ada di bumi. Yang konon lahir dari tulang rusuk Adam. Laki-laki pertama yang ada di bumi. Tapi Hawa menyesali namanya. Hawa bahkan menyesali dia dilahirkan sebagai perempuan, apalagi dinamakan Hawa. Dia merasa lemah sekali punya vagina, ditambah namanya yang buat dia semakin lemah. 

Hawa membenci perempuan, makhluk yang sudah ditakdirkan lemah tak berdaya. Itu tandanya dia benci dirinya sendiri, sebagai seorang perempuan, apalagi dia bernama Hawa. ‘Sialan!’ pikirnya. ‘Jika aku bisa memilih, aku ingin dilahirkan sebagai laki-laki. Tapi sebagai laki-laki pun aku akan tetap membenci perempuan.’

Pikiran-pikiran Hawa tidak ti...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Perfect Stranger
Firdausya Pramada
Novel
Bronze
So it begins
tirmlk
Novel
Gold
Senandung Talijiwo
Bentang Pustaka
Cerpen
Bronze
Hawa: Homoseksual sapien
Aneidda
Novel
Potret Bintang
Stella Vania
Skrip Film
My World Will Be Yours
Sara Budi S
Novel
Berdamai dengan Patah Hati
zuzty hanis
Novel
Tak Seindah Fiksi
Ravistara
Flash
SAD-BOY
Donquixote
Novel
Gold
KKPK Kompetisi Rahasia
Mizan Publishing
Skrip Film
DEVIL
Donny Sixx
Novel
Dari Ayah
Zahrah Sabrina Azizah
Novel
Sebelum Langit Kehilangan Warna
Anggi Irawan
Flash
Riana -Perkenalan- eps 1
Anisah Ani06
Flash
Aku Bungkam
Lisnawati
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Hawa: Homoseksual sapien
Aneidda
Cerpen
Jakarta, Baru-Baru Ini
Aneidda
Cerpen
Bronze
Cinta Pertama dan Terakhir
Aneidda
Flash
Awan
Aneidda
Skrip Film
Malam Mencari Pagi
Aneidda
Skrip Film
Jalan ke Awal
Aneidda
Cerpen
Bronze
Saya Adalah
Aneidda
Cerpen
Bronze
Malam-Malam Wadam
Aneidda
Flash
Aku Menulis Tentang Kau
Aneidda
Flash
Retori Ironi Cinta
Aneidda
Cerpen
Titik dan Koma
Aneidda
Novel
Bronze
Sepasang Mata Bola (Bukan Lagu Walo Banyak Nyanyinya)
Aneidda
Flash
Ledakan
Aneidda
Cerpen
Bronze
Pelangi Satu Menit
Aneidda
Flash
Coklat yang Meleleh
Aneidda