Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
BATAS
0
Suka
2,538
Dibaca

Besi gerbang itu berderit, suara logam beradu yang selama tiga tahun ini menjadi lonceng pengatur napas bagiku. Tapi hari ini, bunyinya beda. Tidak ada bentakan sipir atau barisan manusia berbaju oranye di belakangku.

Di depanku hanya ada aspal hitam yang memuai disengat matahari jam sepuluh pagi, dan sebuah tas kain kusam berisi satu setel baju ganti dan sisa sabun batang yang sudah mengeras.

Aku melangkah keluar. Hal pertama yang menyerangku bukan rasa syukur, melainkan rasa pening. Dunia di luar tembok ternyata terlalu bising. Suara klakson motor di kejauhan, deru mesin angkot yang knalpotnya bocor, hingga teriakan penjual es tung-tung terasa seperti hantaman godam di pelipis. Di dalam sana, duniaku sempit tapi pasti. Di sini, udara terasa terlalu luas; seolah-olah jika aku tidak berpegangan pada tiang listrik terdekat, aku akan hanyut ditelan cakrawala.

Aku meraba leherku. Tato bergambar kawat berduri yang melingkar di sana terasa gatal terkena keringat. Tato itu adalah sisa "hadiah" dari tahun pertamaku di sel, sebuah tanda wilayah agar aku tidak diganggu. Sekarang, tato itu terasa seperti label harga yang meneriakkan statusku sebagai sampah masyarakat.

Dengan gerakan kasar, aku menaikkan kerah jaket jinsku yang sudah belel, mencoba menyembunyikan masa laluku dari tatapan ibu-ibu yang sedang menunggu angkot di seberang jalan.

"Jangan nengok ke belakang, Ter," bisikku pada diri sendiri. Suaraku serak, jarang digunakan untuk bicara panjang lebar selain untuk menyahut saat absen.

Aku berjalan menuju terminal bayangan. Kakiku terasa berat. Terbiasa melangkah di ubin licin penjara, kini aku harus beradaptasi dengan kerikil dan trotoar yang pecah-pecah. Setiap kali ada mobil polisi lewat dengan sirene mati, jantungku mencelos. Ada paranoia yang tertinggal di bawah kulitku—perasaan bahwa aku masih milik negara, bahw...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
BATAS
Shanty Dewi Shanty
Cerpen
Bronze
Pendidikan Negeri Sipili (Bag-2)
spacekantor
Cerpen
Bronze
Aku, Mawar, dan Bedebah
Laila Hikmah
Cerpen
Bronze
Balada Tes CPNS
spacekantor
Cerpen
Cerita Toko Kopi Padma
Ananda Putri Damayanti
Cerpen
Bronze
Cemburu Yang Menggantung di Sudut Jendela
Poloria Sitorus
Cerpen
SHIRO
Dian Y.
Cerpen
Day to day
Keyda Sara R
Cerpen
Bronze
Rungkat
artabak
Cerpen
Baskara Sialan: Menanam Benih, Lupa Memanen
Ririna Rew
Cerpen
Sibuk sedang Beristirahat
zain zuha
Cerpen
Bronze
TRIJATHA
Sri Wintala Achmad
Cerpen
Bronze
Belalang dan Ramalan yang Tak Selesai
Muram Batu
Cerpen
Bronze
Mendadak Jadi Pelajar Sekolah Dasar
Nuel Lubis
Cerpen
Wibawa Aparat & Kenaikan Harga
Yovinus
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
BATAS
Shanty Dewi Shanty
Novel
Hujan Di Tengah Badai
Shanty Dewi Shanty
Cerpen
Bronze
KEPINGAN KACA
Shanty Dewi Shanty
Novel
Bronze
Topeng Di Balik Kemeja Flanel
Shanty Dewi Shanty
Cerpen
Bronze
JANJI YANG KOSONG
Shanty Dewi Shanty
Cerpen
Bronze
Meja Terang
Shanty Dewi Shanty
Cerpen
Bronze
Selamat Hidup Kembali, Ra
Shanty Dewi Shanty