Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Untuk Abang
Suka
Favorit
Bagikan
1. 1
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

EXT. SEKOLAH — DAY

Sekolah sepi. Anak-anak yang biasa bermain sudah pulang untuk tidur siang.

TITLE ON SCREEN: UNTUK ABANG

ZEIN (O.S.)
Halo? Iya dengan saya sendiri.


CUT TO:

EXT. TERAS — DAY

Teras rumah juga lowong.

ZEIN (O.S.)
Ini dari siapa ya?


CUT TO:

INT. KAMAR — DAY

Zein (M30) sedang di depan laptop, raut wajahnya terlihat masam. Alisnya bertemu. Ada campuran heran, dan bingung, juga sedikit marah. Telepon ia tempel di telinganya.

ZEIN
Oke.. Ini tahu nomor saya dari siapa ya?

Beat.

Zein kemudian menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Malu.

ZEIN
Iya betul, saya adik dari Bapak Firman

Beat.

Zein menegakkan badannya di kursi kerjanya.

ZEIN
Pinjaman?

Zein membelalakkan matanya.

ZEIN
SEPULUH JUT...

Zein kembali mengusap pelipisnya. Pertanda buruk.

ZEIN (CONT'D)
(mengusap pelipis)
Gini ya pak, itu masalahnya Bapak Firman. Bukan masalah saya. Saya ga ikut tanggung jawab. Kalau Bapak mau tagih, tagih ke orangnya saja.

Beat.

ZEIN
(emosi)
Ya silakan! Saya ga takut! Kalau perlu bawa sekalian pasukan kalian itu! Denger ya Pak, saya ga ada urusan lagi dengan Bapak Firman!

Klik! Telepon ditutup.

Zein dengan penuh keseriusan menatap layar ponsel pintarnya.

CUT TO:

INT. KAMAR - DAY — CONTINUOUS

Zein membuka kontak pada ponselnya. Tak susah baginya untuk menemukan kontak FIRMAN JUDOL. Zein sejenak ragu, namun kontak itu ia telepon juga.

Raut wajahnya serius ketika ponsel itu ia tempel ke telinga.

ZEIN
Bang, mikir dong! Gue udah punya keluarga sendiri, udah punya tanggungan sendiri. Lo jangan mikir diri sendiri doang.

Beat.

Raut wajahnya semakin menunjukkan amarah. Alisnya bertemu, seperti ingin mengaum.

ZEIN
Ya terus?! Kalau gitu, ngapain nama gue lo taro sebagai penjamin?! Berharap dibayarin?! Iya?? Lo ga mikir bang. Ibu tuh udah sakit. Masih aja lo minjem-minjem. Buat apa?! JUDOL KAN?! Mikir lo jadi orang!!

Zein melepaskan ponsel dan menatap layarnya. Panggilan selesai dan bukan Zein yang memutus panggilan.

ZEIN
Dimatiin..
(menaruh ponsel)
Ga habis pikir.

Feby (F29) yang sedang duduk membaca buku di tempat tidur dan bersender di tembok, menatap suaminya dengan cemas.

FEBY
Kenapa lagi sama abang?
ZEIN
Minjem duit lagi. Kali ini sepuluh juta. Ga habis pikir aku. Abang minjem-minjem mulu. Mana tadi DC-nya ngancem mau nerror rumah.
FEBY
Kenapa Abang begitu ya? DC-nya sampai ngancem begitu?
ZEIN
Ya apalagi kalau bukan judol, beb. DC-nya juga udah SOP mereka mungkin harus nerror penjamin. Kalau engga, ya ga dapet komisi kali mereka.

Telepon Zein bergetar. Zein membuka dan mengaktifkan layar ponsel. Panggilan dari Ibu.

Zein ragu.

CUT TO:

INT. KAMAR - DAY — CONTINUOUS

FEBY
Siapa beb?
ZEIN
(masih menatap layar ponsel)
Ibu.
FEBY
Ga kamu jawab?

Pertanyaan Feby tertelan sunyi. Zein masih menatap layar ponsel. Dengan ragu ia angkat, dan dalam gerakan perlahan ponsel didekatkan ke telinga.

ZEIN
Halo. Assalamualaikum, Bu?
IBU (V.O.)
Waalaikumsalam dek. Dek, maafin Ibu ya, tapi Ibu mau tanya, kamu masih ada uang ga?

Zein mengurut pelipisnya kembali.

ZEIN
Ini buat Abang ya?
IBU (V.O.)
Iya, dek. Dia ga ada uang buat bayar.

Mata Zein terpejam. Kepalanya menghadap ke langit-langit kamar. Raut mukanya terlihat kecewa.

ZEIN
(sedikit tercekat)
Bu, Ibu kenapa sih masih ngurusin Abang? Biarin aja Abang beresin sendiri. Ga perlu dibantu Bu.

Beat.

IBU (V.O.)
Kasihan dek, Abangmu. Abang kan masih saudara kamu juga. Kalian kan sama-sama anak Ibu.
ZEIN
Tapi aku capek Bu, tiap hari ada aja masalahnya. Tiap hari harus ngeladenin tingkahnya, sapuin semua masalah yang dia buat. Apalagi ini. Aku ga punya uang sebanyak itu Bu. Aku ada tanggungan lain.

Beat.

IBU (V.O.)
Oh, yaudah gapapa. Ibu cuma tanya. Soalnya Ibu takut ngerepotin kamu.

Zein menghela napas meskipun tenggorokannya masih terasa menyempit.

ZEIN
Ibu bayar pakai apa?
IBU (V.O.)
Paling Ibu minjem dulu ke tetangga. Siapa tahu ada yang baik, mau minjemin. Yaudah, kamu sehat-sehat ya nak. Titip salam buat Feby ya.

Zein menekan matanya dengan jarinya, menahan agar air matanya tidak keluar.

BLACK SCREEN

ZEIN
Yaudah, mau aku kirim berapa?

TITLE ON BLACK: END

CREDIT ROLL

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)