Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
SeLaras
Suka
Favorit
Bagikan
1. Hari Pertama Laras Mati
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

BLACK SCREEN

TITLE ON BLACK: Target Operasi: SeLaras

TITLE ON BLACK: Hari Pertama Laras Mati

FADE IN

INT. KAMAR APARTEMEN — DAY

Di kamar salah satu apartemen di bilangan Jakarta Selatan. Kita melihat ruangan kamar yang sebetulnya barang-barangnya tertata rapi. Namun berbanding terbalik ketika melihat kasur yang awut-awutan.

LARAS (F30) tidur dengan posisi jam tujuh lewat lima belas. Kita bisa melihat garis cetakan air liurnya serta rambutnya yang panjang seleher itu terberai di atas sprei. Ponsel pintar yang ia taruh di atas nakas berbunyi. Alarm.

Laras terbangun, membuka mata dengan malas, kemudian meraih ponselnya. Terlihat tanggal 15 JUNI 2026. Muncul reminder juga di notifikasi ponselnya, HARI ULANG TAHUNKU.

Lalu ia menegakkan tubuhnya, meregangkannya sebentar. Dengan lunglai dan malas ia membuka gorden dan memperlihatkan lanskap kota Jakarta yang penuh dengan gedung-gedung tinggi, serta pemandangan macet dengan kendaraan padat merayap di jalan bawah sana.

Ia menutup wajahnya dengan tangannya, silau. Laras kemudian beranjak ke kamar mandi.

CUT TO:

INT. KAMAR MANDI — DAY

Laras sedang menyikat giginya di kamar mandi dan melihat pantulannya di cermin. Sebuah pesan masuk ke ponselnya. Dari Ibu.

Selamat ulang tahun ke 30 sayang! Semoga apa yang Laras ingingkan akan tercapai ya! Ibu selalu tunggu kabar dari Laras.

Laras acuh tak acuh, menaruh ponselnya lagi. Lalu ia berkumur dan membuang semua pasta gigi dan busa di mulutnya.

Laras pergi dari kamar mandi.

CUT TO:

INT. KAMAR APARTEMEN — DAY

Laras membuka lemari pakaiannya, hampir semua yang ada di lemari adalah kaus oblong hitam bertumpuk-tumpuk. Laras mengambil kaus oblong hitam dengan gambar Kurt Cobain yang sedang merokok serta tulisan NIRVANA warna kuning yang menimpa kepalanya, jeans gombrong, dan low boots warna hitam.

Dia menyisir rambutnya seadanya, dan menyemprotkan parfum ke kausnya. Lalu beranjak keluar.

CUT TO:

EXT. PARKIRAN KOS — DAY

Laras berjalan menuju mobil Honda HR-V abu-abunya setelah membuka pagar dan masuk ke mobil. Di mobil ia menaruh tas bahu berisi laptopnya di kursi samping kemudi. Kemudian dia memundurkan mobil keluar kosan, keluar dari mobil untuk menutup pagar, dan masuk kembali ke mobil untuk berangkat ke kantor.

CUT TO:

INT. LIFT — DAY

Di dalam lift menuju lobby, Laras berdiri terdiam. Bersama seorang bapak-bapak memakai kemeja putih dan celana abu-abu juga sepatu pantofel, menenteng tas kerja. Dua orang pemuda yang memakai hoodie, jeans dan sepatu kets, membawa tas ransel. Dan satu orang pemuda yang memakai kaus putih dilapis blazer hitam dengan celana bahan hitam dan sepatu kets. Semua orang di dalam lift tidak ada yang bicara.

DING! Lift berhenti di salah satu lantai parkiran, belum menuju lobby. Pintu lift terbuka dan terlihat HELMI (M32) rekan kerja dari Laras. Helmi mengenakan kemeja lengan pendek garis-garis, celana bahan abu-abu dan sepatu kets juga membawa ransel di punggungnya. Helmi juga tidak bisa dikatakan tampan, wajahnya lebih bisa dibilang kutu buku atau orang-orang yang biasanya tidak terlalu handal dalam olahraga dan lebih suka di rumah. Perawakannya buncit, rambutnya keriting dan memakai kacamata.

Helmi menyapa Laras dengan senyum jahil. Laras membalasnya dengan senyum juga.

HELMI
(bisik-bisik)
Tumben lo kesiangan.
LARAS
(bisik-bisik juga)
Iya, semalem begadang gue. Biasa, main God of War.

CUT TO:

INT. KAMAR APARTEMEN — PREVIOUS NIGHT

Laras di kamar, dibungkus selimut, sambil makan es krim mendengarkan lagu galau. Laras terisak-isak. Ponselnya diambil, dia melihat ponselnya dengan intens. Kemudian tangisnya meraung.

Kita melihat foto mantan pacarnya bersama pacar barunya.

CUT BACK TO:

INT. LOBBY — DAY

Mereka keluar dari lift bersamaan.

HELMI
Ras, poster buat campaign activation udah jadi belom?
LARAS
Belom, kemarin baru dapet feedback dari bos lo. Nanti gue coba update dikit.
HELMI
Aman Ras. Nanti berkabar aja.
LARAS
Lah lo ga ke atas?
HELMI
Nyebat dulu gue.
LARAS
Oh yaudah gue duluan ya.

Mereka berpisah, Laras menuju access gate. Mengetap kartunya dan masuk ke dalam.

CUT TO:

INT. KANTOR — DAY

Laras masih berkutat dengan laptopnya. Sebuah tangan menghampirinya di meja. Laras menengok ke samping. Helmi sudah berada di sebelahnya.

HELMI
Masih kerja aje. Udah jam istirahat nih. Sebat yuk.
LARAS
Wait, gue save dulu.
(save kerjaan)
Yuk.

Mereka berjalan keluar dari kantor.

Di lorong lift, mereka berpapasan dengan YUDA (M30) yang lewat. Yuda bisa dibilang tipikal orang yang tampan, dengan rambut yang lebat dan tebal disisir ke belakang. Perawakannya kurus tinggi. Memakai baju polo, dan celana jeans juga sepatu kets.

YUDA
Pada mau ke mana?
HELMI
Sebat Yud.
LARAS
Join Yud sini!
YUDA
Skip guys, gue lagi ada tugas.
(mengacungkan jempol)

Laras dan Helmi pun masuk ke lift.

CUT TO:

EXT. SMOKING STATION — DAY

Tempat merokok favorit orang-orang adalah di smoking station, yang dekat dengan parkiran P1 sebelum ke basement. Terlihat orang-orang berkumpul sesama perokok atau sekadar nongkrong bareng sambil minum kopi susu.

Begitu juga dengan Laras dan Helmi. Namun mereka lebih banyak diam dan bermain dengan ponsel mereka sendiri. Sampai Helmi menunjukkan layar ponselnya

HELMI
Ras lihat nih, gue udah beli set gundam terbaru.
LARAS
Mainan mulu lo.
HELMI
Yee, namanya juga biar ga stres. Eh lo weekend ada acara?
LARAS
(memundurkan kepalanya sedikit)
Lo mau ajak nge-date? Gue udah ada acara Mi.
HELMI
Ge-er banget lo. Ini gue mau nunjukin, ada konser Perunggu di Kemayoran.
LARAS
Oh, iya itu gue mau ke sana weekend nanti.
HELMI
Oh iya? Kapan beli tiketnya? Mahal?
LARAS
Engga, duh gue lupa berapa. Gue belinya udah sebulan yang lalu. Lumayan, nge-war belinya.
HELMI
Makin banyak aja koleksi kaus band lo.
LARAS
Yee, daripada lo gundam mulu.
HELMI
(terkekeh)
Mana kaus band mulu yang dipake ke kantor.
LARAS
Ngaca bos, lo pake kemeja mulu. Dari awal join di sini, kemejaan mulu. Bosen gue lihatnya. Mana kemeja garis-garis mulu lagi. Udah kayak bapak-bapak.
HELMI
(terkekeh)
Ya udah seumur kita mah udah harusnya terima aja kalau kita udah bapak-bapak sama ibu-ibu.
LARAS
(terkekeh)
Kagak! Gue pengennya muda terus.

Helmi tertawa mendengar protesnya Laras. Laras mengecek jam di ponselnya, dan langsung mematikan rokoknya.

LARAS
Cabut yuk. Udah dipanggil gue.
HELMI
Yah tanggung. Duluan aja. Gue nyusul.
LARAS
Oke, duluan ya.

Laras berlalu sambil melambaikan tangan pada Helmi yang masih merokok dan melambaikan tangan juga.

Laras masuk ke gedung.

CUT TO:

INT. KANTOR — DAY

Ketika Laras membuka laptopnya, hasil kerjanya yang tadi sudah disimpan malah hilang. Dengan panik Laras mencari-cari di laptopnya.

LARAS
Kok hilang sih! Padahal udah gue simpen. Ah elah.

CUT TO:

INT. KANTOR - NIGHT

Laras masih berkutat di laptopnya. Lampu lantai ini sebagian besar sudah mati. Sehingga kantor terlihat temaram karena diterangi sinar dari jalanan yang ramai oleh kendaraan.

Sinar dari laptopnya menyinari wajah Laras, dan di bagian ini hanya Laras yang masih bekerja. Laras bekerja di salah satu meja tinggi di kantor, menghadap ke jendela. Sehingga jika sedang pusing Laras bisa langsung melihat pemandangan lanskap kota Jakarta dan segala kemacetannya.

HELMI
Ras!

Laras menengok ke belakang.

HELMI
Ga balik lo?
LARAS
Nanti deh. Kerjaan gue ilang soalnya.
HELMI
Lah kok bisa?
LARAS
Ga tau, ini makanya gue coba bikin dari awal.
HELMI
Oh yaudah, kalau ga selesai kabarin gue aja. Nanti gue coba bilang ke Pak Bos.
LARAS
Aman, kayaknya bisa gue kelarin malam ini.
HELMI
(mengacungkan jempol)
Gue duluan ya.
LARAS
(kembali ke layar laptop)
Yok.

Laras kembali fokus dengan laptopnya. Sebuah pesan masuk membuat ponselnya bergetar dan menyala. Laras mengambil ponselnya dan melihat pesan Ibunya.

Kok ga ada kabar Nak? Gimana kerjaan?

Laras mematikan ponselnya dan kembali fokus pada laptopnya.

Tiba-tiba sebuah figur gelap menyergap Laras. Dia membekap mulut dan hidung Laras. Laras berontak dan berteriak meski terbungkam oleh tangannya.

FIGUR
DIEM!

Figur tersebut menodongkan pistol yang dilengkapi peredam ke pelipis Laras. Laras terdiam.

Pistol ditarik pelatuknya, dan menembak Laras.


CUT TO BLACK:

BLACK SCREEN

FADE IN SOUND: ALARM PONSEL LARAS

FADE IN

INT. KAMAR - DAY

Kita melihat Laras yang sedang terlelap. Kemudian secara tiba-tiba membuka matanya, dan melotot.

Laras bangun mendadak dan menegakkan tubuhnya di kasurnya yang masih berantakan. Dia memegang kepalanya, wajahnya, badannya. Napasnya cepat, dadanya naik turun. Dia masih mengenakan tank top warna pink serta celana pendek warna putih.

Laras dengan panik meraih ponselnya dan melihat tanggalnya. 16 JUNI 2026.

Napasnya yang tadinya cepat, perlahan memelan. Laras menarik napas panjang.

LARAS
Apa tadi mimpi ya?

CUT TO BLACK:

BLACK SCREEN

CREDIT ROLL

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)