EXT. JALANAN SAMPING KALI — DAY
Terlihat anak-anak sedang bermain bola. Terdengar juga seruan-seruan dari anak-anak tersebut. Beberapa Ibu-ibu ada yang berkumpul bergosip. Motor lalu lalang di samping kali tersebut.
Seorang anak menendang bola terlalu tinggi. Bola mendarat dan mengambang di dekat sebuah karung goni.
ANAK #1
(menunjuk ke salah satu anak)
Yan! Ambil bego! Lu parah nendangnya kejauhan!
RYAN
Iya! Iya!
Ryan (salah satu anak tadi) perlahan menuruni undakan yang menuju ke pinggir kali. Beberapa temannya, menunggu dan memperhatikan Ryan.
Ketika Ryan mengambil bola, ia melihat ada sesuatu yang mengambang di dekat karung goni. Ryan mengambil sebuah tongkat kayu, dan menariknya. Benda itu memutar dan terlihat wajah mayat.
RYAN
AAAHHHHHH!!!!
TEMAN-TEMAN RYAN
Yan! Yan! Kenapa?!
RYAN
ANJIR ADA KEPALA!!
CUT TO:
EXT. JALANAN SAMPING KALI — DAY (MOMENTS LATER)
TKP sudah dipasang garis polisi. Beberapa polisi menyisir sekitar TKP. LARAS PERTIWI (F30), kepala penyidik, awal 30-an, tegas, make up tipis, rambut dikuncir, sedang bertanya tentang penemuan mayat ini kepada polisi yang menerima laporan.
LARAS
Korbannya berarti seorang anak jalanan?
POLISI
Betul. Catatan kami juga menunjukkan ada laporan anak jalanan yang hilang bernama Denong. Umur 14 tahun. Setelah kami cek, memang betul, mayat adalah anak jalanan yang hilang tersebut.
LARAS
Penemuan korban sekitar jam berapa?
POLISI
Sekitar jam tiga sore. Anak-anak yang bermain bola yang menemukan pertama kali. Bola mereka jatuh ke dekat barang bukti-karung goni-dan saat itu mereka melihat ada yang mengambang. Ketika ditarik, ternyata itu kepala mayat.
LARAS
Berarti mayat merupakan korban penggal kepala?
POLISI
Mutilasi lebih tepatnya.
Laras sempat terhenti sebentar dan menatap kali yang masih diperiksa polisi.
LARAS
Kasihan. Siapa yang tega?
Polisi mengangkat pundak.
CUT TO:
INT. MOBIL PENYIDIK — DAY (CONTINUOUS)
Di dalam mobil, terdapat tiga orang penyidik, GITA (F26), BIMO (M27), IKRAR (M27), sedang menatap Laras dari jauh. Bimo yang duduk di kursi supir menoleh ke belakangnya, ke arah kedua rekannya.
Ikrar menatap Bimo.
IKRAR
Kenapa lo?
BIMO
Itu si Rio keluar mobil ya? Lo berdua nggak ada yang sadar?
Gita, baru sadar seharusnya ada tiga orang di kursi belakang, panik.
GITA
Astaga, ke mana dia? Eh, gue cari orangnya dulu.
IKRAR
Telat. Udah nggak usah, Kak Laras udah ke sini.
Laras berjalan mendekati kaca supir. Bimo menurunkan kaca. Laras menyandarkan sikunya.
LARAS
Mayatnya ternyata anak jalanan. Mutilasi.
BIMO
Mutilasi? Umur berapa Kak?
LARAS
Masih remaja. Hasil dari forensik katanya udah di meja gue, jadi paling kita diskusi di kantor aja. Tadi juga kata polisi, mereka udah nangkep bos dari anak jalanan. Namanya Dirman.
(beat)
Mana Rio?
IKRAR
Rio... Keluar Kak.. Tadi kita ga sadar.
LARAS
(kecewa)
Ck. Gimana sih! Oke, Gita, lo sama Ikrar cari Rio. Bimo, lo stay. Stand by HT kalian.
LARAS & IKRAR
(keluar mobil)
Baik Kak!
CUT TO:
EXT. SEKITAR TKP — DAY
RIO (M32), pria awal 30-an, sedikit lebih matang dibanding Laras, rambut pendek, dengan senyum ramah namun tatapannya tajam, sedang bercengkrama dengan Ibu-ibu yang berkumpul di sekitar tukang nasi pecel.
RIO
Oh jadi si Ryan pulang-pulang langsung nangis Bu?
IBU #1
Iyaa. Langsung nangis. Huhuhu.
(menirukan suara Ryan)
Tadi aku nemu kepala Bu! Huhuuhu.
RIO
Kalo nemu uang mah pasti ga nangis bu, ketawa. Hahahaha.
IBU-IBU LAINNYA
(tertawa)
Ah si Mas bisa aja.
RIO
(mendekat)
Tapi, mau tanya Bu, di sini ada nggak tempat yang buka sampai malem gitu? Nanti malem kayaknya saya mau ke sini lagi, soalnya udah dipanggil sama tim forensik buat lihat mayatnya. Pengennya sih ngopi dulu sebelum kerja.
IBU #2
(menunjuk salah satu warkop)
Oh itu ada warkop Mas! Cuma dari kemarin tutup. Nggak tahu deh nanti malem buka apa enggak. Coba aja nanti malem mampir ke sana.
Rio menoleh ke arah warkop yang ada di seberang kali di belakangnya. Bingo. Rio tersenyum.
Ponsel di saku jaketnya berbunyi.
RIO
Mari Bu!
IBU-IBU
Marii Mass!
Rio mengangkat telepon.
RIO
Halo?
CUT TO:
EXT. SEKITAR TKP — DAY
Gita terlihat sedang menelepon, sementara di belakangnya, Ikrar berkacak pinggang, celingukan.
GITA
Kak Rio! Di mana?? Kak Laras nyariin!
RIO (V.O.)
Aman Git. Lagi jalan balik nih ke mobil.
GITA
Yaudah, cepetan ya! Kak Laras mukanya udah serem.
Gita menengok ke belakang, menatap Ikrar.
IKRAR
(mendekati Gita)
Gimana?
GITA
Yok ke mobil. Dia udah jalan balik.
IKRAR
Hufft. Oke.
CUT TO:
EXT. MOBIL PENYIDIK — DAY
Laras menatap sebal pada Rio yang sedang berjalan ke arahnya. Tangannya dilipat di dada. Rio mendekat dan sambil membuka kedua tangannya, tersenyum jahil.
LARAS
Kenapa lo selalu bertindak sendiri sih? Kita ini tim lho!
RIO
Di kontrak gue, perasaan gue konsultan.
LARAS
Iya, lo konsultan. Berarti lo jangan bertindak sendiri, karena kalau ada apa-apa kita bingung tanggung jawabnya. Bisa-bisa lo yang ditangkap.
RIO
(senyum jahil)
Iyaa, maaf deh. Sorry Ras.
(puppy face)
LARAS
(menghela napas panjang)
Masuk buru.
Tepat di saat itu juga, Gita dan Ikrar sampai ke mobil dan langsung masuk ke kursi belakang, bersama Rio. Laras kemudian naik di kursi sebelah Bimo yang tugasnya menyetir.